Abstrak blog masa kini: motor

Rp 15 Juta untuk Yamaha Jupiter Z1


foto 
News Abstrak-Bogor - PT Yamaha Indonesia Motor merilis varian bebek baru berteknologi injeksi, Jupiter Z1. Sepeda motor gres berkapasitas mesin 113,7 cc ini dibanderol Rp 14 juta hingga Rp 15 juta per unit.

Menurut Wakil Presiden Yamaha Indonesia Motor, Dyonisius Beti, Jupiter Z1 menggantikan varian Jupiter lama yang sudah meluncur sejak tahun 2000. Harga jual Jupiter Z1, kata dia, bisa bervariasi tergantung pada pungutan bea balik nama tiap daerah.

"Mulai bulan ini kami fokus memasarkan Jupiter Z1," ujarnya di Sirkuit Sentul, Selasa 10 Juli 2012.

Yamaha Indonesia menargetkan Jupiter Z1 bisa laris hingga 25 ribu unit per bulan. Angka ini lebih besar tiga kali lipat ketimbang penjualan Jupiter tipe lama yang mencapai 8.000 unit per bulan. Jupiter Z1 merupakan sepeda motor lansiran Yamaha pertama yang menggunakan teknologi fuel injection.

Sepeda motor kelas bebek ini menggunakan mesin berkapasitas 113,7 cc dan mengadopsi teknologi balap YZ Crankshaft Technology, Low Friction Technology dan Forged Piston yang bisa meningkatkan akselerasi dan torsi.

YZ Crankshaft Technology sebelumnya diterapkan pada sepeda motor trail YZ450F. Begitu pula teknologi Friction dan Forged piston yang mampu mengurangi hambatan serta menambah daya tahan mesin. Jupiter Z1 memiliki beberapa opsi warna di antaranya merah, hijau, biru dan hitam, serta mengadopsi velg racing ataupun jari-jari.  

source:http://www.tempo.co/read/news/2012/07/10/171416011/Rp-15-Juta-untuk-Yamaha-Jupiter-Z1

11.16 | Posted in , | Read More »

Harley-Davidson Softail, Cuma Beda di Mesin


News Abstrak-Wess...! Harley-Davidson milik Michael Schumacher, pembalap F1 legendaris nongol di Jogja Bike Rendesvous beberapa waktu lalu. Jelas langsung diserbu pengunjung yang penasaran ingin melihat lebih dekat. 

“Sori ini bukan motor asli milik Schumacher, tapi replika 1:1 pesanan khusus dari customer bengkel saya,” buka A’an yang punya nama asli R. Rudianto, builder asli Jogja yang membesut nama bengkel Sinten Remen.

Kalau diamati, H-D custom yang basicnya diambil dari mesin Softail generasi EVO ini detailnya dibuat sama persis dengan H-D milik Schumi.

“Cuma mesin saja yang beda, H-D Schumi mengusung mesin lawas tipe Shovelhead lansiran 1981,” ujar builder yang buka work shop di Jl. Adiyaksa No. 13, Yogyakarta ini.

A’an mengaku customernya ini memang pecinta H-D dan juga fans berat Michael Schumacher. Makanya begitu pembalap yang 7 kali jadi juara dunia balap jet darat alias F1 bikin H-D custom, langsung juga dia mau bikin motor yang sama.

Untuk membangun besutan yang oleh Schumi diberi nama Speed Boys Special ini seluruhnya dikerjakan bengkel Sinten Remen. “Biar detailnya mirip, kami sebelumnya kumpulkan literatur gambat asli motor dari majalah dan internet,” urai A’an yang menagani proyek ini.

Ubahan motor custom yang menganut style bobber ini memang punya ciri khusus. Seperti untuk pemilihan rangka sengaja mengacu pada besutan classic yang mengusung model hard tail dan fork depan cangkarang.


Sedangkan untuk sepatbor, sengaja dibuat minimalis layaknya besutan custom era tahun 60-an. Oleh A’an mulai dari ubahan rangka yang model hard tail, tangki, fork depan springer seluruhnya dibuat mirip.

“Malah pemilihan grafis dan warna untuk cat juga ikut dibikin sama dengan aslinya,” jelas A’an sambil menunjuk ke tulisan MS yang ada pada bagian tangki.

Enggak hanya itu, untuk lebih mencirikan kesan Ferarri sebagai besutan Schumi saat balap F1 selain pemilihan warna merah juga diembos logo kuda jingkrak pada bagian jok yang model single sitter. 

Untuk pemilihan roda sama-sama diaplikasi ring 16 inci dengan lebar 3 5 inci khas besutan bobber. Biar mirip dengan aslinya, dia mengambil itu dari stok H-D lawas tipe Duo Glide.

"Kebetulan di bengkel ada stok pelek standar H-D lawas ini, makanya bisa langsung di pasang," terang A'an yang mengawinkan dengan ban yang juga berprofil klasik.

Cuma lantaran pakai mesin generasi Evo, pemilik motor enggak pede bila mengaplikasi sistem pengereman teromol seperti motor milik Schumi. Makanya oleh A’an sistem pengereman sudah aplikasi disc brake. “Rem disc brake depan dan belakang ini merupakan copotan dari stok H-D,” urai A’an lagi. 

Satu hal lagi yang membedakan kalau motor Schumi untuk mengaktifkan mesin harus melalui kick starter. Sedangkan H-D replika garapan Sinten Remen ini sudah lebih canggih. Yakni, sudah mengaplikasi model elektrik stater. Tinggal pencet langsung gruuunngg...!

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Firestone 500/90-16
Ban belakang : Firestone 500/90-16
Knalpot : Custom
Pelek belakang  [Tab] : H-D Duo Glide
Sinten Remen : 0812-273-4827  

source:http://motorplus.otomotifnet.com/

08.10 | Posted in , , | Read More »

Ini Dia Dua Produk Teranyar TVS


foto 
News Abstrak-Jakarta - PT TVS Motor Company Indonesia memperkenalkan dua produk teranyar mereka, yaitu yaitu TVS Apache RTR 160 cc dan 180 cc. TVS Apache 160 cc merupakan seri lama yang diperbarui tampilannya.

“Kami tahu sepeda motor memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia,” kata Presiden Direktur TVS Indonesia R. Anandakhrisnan, Senin, 11 Juni 2012. Dia optimistis kehadiran dua sepeda motor sport ini bisa diterima oleh masyarakat Indonesia.

Kedua sepeda motor ini memang sepintas terlihat mirip. Namun pembeda yang paling signifikan di antara keduanya adalah kapasitas mesin. Mesin 160 cc menyasar anak muda yang stylish, gaul, dan menyukai kecepatan untuk memacu adrenalin.

Sedangkan mesin yang lebih besar ditujukan kepada konsumen dewasa yang menginginkan kendaraan bertenaga, cepat, dan dengan tampilan menawan.

TVS Apache memiliki desain seperti sepeda motor balap. Salah satu yang terlihat mencolok, ada desain lampu depan yang dilengkapi LED otomatis menyerupai mata binatang, sepintas terlihat seperti mata kucing.

Untuk fitur keamanan, sepeda motor ini dilengkapi dengan rem cakram depan. TVS juga menyematkan teknologi pada speedometer yang bisa menghitung jarak jelajah dan waktu tempuh.

Sepeda motor ini bisa menghasilkan 15,2 tenaga kuda untuk kategori 160 cc dan 17,03 untuk tipe 180 cc. Apache 160 cc membutuhkan waktu selama 4,8 detik untuk mencapai kecepatan 60 kilometer per jam dan 4,2 detik untuk menempuh kecepatan yang sama pada tipe 180 cc.

Apache 160 cc dijual dengan harga Rp 16,1 juta on the road Jakarta dan Apache 180 cc dijual dengan harga Rp 17,9 juta. Kepala Penjualan TVS Indonesia Willy Cengappa menargetkan bisa menjual 12 ribu unit selama dua tahun untuk tipe 160 cc dan 10 ribu unit untuk tipe 180 cc.

source:http://www.tempo.co/

22.13 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels laenya

boyband (26) diet (3) entertainment (11) foto (17) gadget (8) girlband (28) gosip (2) humor (21) iptek (8) jagadunik (37) jalanjalan (3) kesehatan (77) kpop (38) modifikasi (3) motor (3) music (24) nusantara (6) otomotif (13) profil-kpop (14) sains (9) seksnseksi (19) seleb (28) tekno (56) tips (19) wallpaper (7) worldceleb (22) youtube (8)