Abstrak blog masa kini: sains

Crop Circle Ditemukan 25 Meter di Bawah Laut

                                            Crop circle di dasar laut. Thefeaturedcreature.com 

News Abstrak-Jakarta - Sebuah pola melingkar unik seperti crop circle ditemukan di laut Amami Oshima, selatan Jepang. Seorang fotografer lepas senior, Yoji Ookata, yang telah mendokumentasikan kehidupan bawah laut sejak 50 tahun lalu, mengatakan ini luar biasa.

Menurut Ookata, crop circle ini ditemukan di kedalaman 25 meter di dasar laut. Lingkaran ini berdiameter dua meter dan membentuk pola-pola yang sistematis.

Siapa yang menciptakannya? Ookata lalu meminta koleganya di stasiun televisi nasional jepang, NHK, untuk menginvestigasi. Mereka kembali menyelam laut untuk mendokumentasikan hal ajaib yang diklaim baru ditemukan pertama kali itu. Saat tiba di lokasi crop circle itu, Ookata dan tim terkejut mengetahui lingkaran terpola itu diciptakan oleh seekor ikan gembung (pufferfish). "Lingkaran itu digambar dengan siripnya," ujarnya.

Menurutnya, sang ikan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan karya tersebut. Tujuan pembuatan karya ini rupanya untuk memikat ikan gembung betina. Setelah itu mereka berkembang biak, crop circle itu jadi tempat bersarangnya telur-telur mereka.

"Semakin tinggi dan rumit pola gundukan lingkaran itu, betina semakin tertarik," ujarnya.

Penemuan ini mengusik permukaan ilmu tentang laut. Di planet biru yang komposisinya 70 persen dipenuhi air ini, eksplorasi ilmu tentang laut diperkirakan baru mencapai lima persennya saja.  



source:http://www.tempo.co/read/news/2012/09/23/095431321/Crop-Circle-Ditemukan-25-Meter-di-Bawah-Laut

03.57 | Posted in , , | Read More »

Ini Kumbang Iblis dari Republik Dominika

foto 
News Abstrak-Punta Cana - Negeri Abang Sam punya musuh baru selain teroris, yakni kumbang iblis. Kumbang berwajah menyeramkan ini berasal dari Republik Dominika di Kepulauan Karibia. Kumbang iblis dinyatakan sebagai musuh publik nomor satu, setidaknya di dunia serangga, oleh pemerintah Amerika.

Baru-baru ini pemerintah Amerika mengeluarkan sebuah peringatan tentang adanya serangan kumbang iblis ke wilayah Amerika. Ada lebih dari 20 ribu subspesies berbeda dari serangga yang bersifat merusak ini.

Mengapa kumbang ini dijuluki kumbang iblis? Kumbang iblis awalnya disebut kumbang longhorned. Serangga ini memiliki sepasang antena hampir sepanjang tubuhnya, yaitu 4 sentimeter. Kedua antenanya selalu berdiri tegak. Digabung dengan mata merah dan mulut yang selalu menganga, wajah kumbang iblis tampak sangat menyeramkan.

Ekspresi wajahnya terekam sangat baik dalam potret yang diambil seorang fotografer amatir asal Republik Cek, Tomas Celar. Fotografer berusia 19 tahun itu mengambil foto kumbang iblis saat berlibur di Punta Cana, di Republik Dominika, bulan lalu.

"Kumbang ini selalu terlihat dengan mulut terbuka dan siap menerkam korbannya," ujar Celar seperti dikutip Dailymail kemarin. Dia merasa beruntung dapat memotret kumbang iblis hanya dua pekan sejak kedatangannya di negeri tersebut.

"Awalnya saya kira cukup keren ketika mengambil gambar itu. Tapi, saya tidak menyadari sampai saya mengunduh gambar-gambar yang menunjukkan betapa jahat wajah kumbang itu," kata Celar.

Dia menggambarkan bagaimana kumbang iblis memiliki rahang berukuran besar dan antena yang terlalu panjang bagi ukuran tubuhnya yang mungil. Ini adalah pertama kalinya Celar melihat langsung serangga yang banyak berasal dari wilayah Karibia dan Amerika Selatan itu.

Kumbang dewasa paling aktif selama musim panas dan awal musim gugur. Mereka dapat dijumpai di mana pun, mulai dari pohon, dinding, perabot luar rumah, mobil, trotoar, hingga terperangkap dalam filter kolam renang.

Kumbang iblis tergolong hama invasif yang merugikan. Serangga yang puncak kemunculannya di bulan Agustus ini awalnya dijumpai di Amerika pada 1996. Kumbang iblis menyeberang ke Negeri Abang Sam setelah menumpang perabot berbahan kayu yang didatangkan dari Asia.

Serangga ini doyan menggerogoti 13 jenis pohon berkayu keras hingga hancur. Maple, willow, elm, horsechestnut, dan birch adalah jenis pohon inang yang paling disukai kumbang iblis.

Sejak 1996 kumbang ini menyerang pohon-pohon di Illinois, New Jersey, New York, Massachusetts, dan Ohio, yang mengakibatkan kerusakan lebih dari 80 ribu pohon inang.

"Kumbang ini mengancam tempat rekreasi, hutan, dan pohon peneduh di pinggiran kota dan perkotaan," kata Rebecca Biru, Deputi Wakil Sekretaris USDA Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS).

01.54 | Posted in , , | Read More »

Ilmuwan Ateis Jadi Inspirasi Nama Ikan

foto 
News Abstrak-Kolombo - Sekelompok ilmuwan Sri Lanka menemukan genus baru ikan air tawar. Mereka menamakannya Dawkinsia, terinspirasi dari Richard Dawkins, ahli biologi evolusi yang notabene seorang ateis.

"Kami berharap Dawkinsia dapat menjadi pengingat akan keanggunan dan kesederhanaan evolusi, satu-satunya penjelasan rasional untuk keanekaragaman kehidupan yang tak terbayangkan di Bumi," kata pemimpin penelitian, Rohan Pethiyagoda, Selasa, 17 Juli 2012.

Ia mengatakan genus Dawkinsia terdiri dari sembilan spesies yang seluruhnya hanya ditemukan di Asia Selatan. Kelompok ikan ini sebelumnya telah diklasifikasikan ke dalam genus Puntius, yang terdiri atas sekitar 120 spesies ikan tropis kecil, yang dikenal sebagai ikan duri.

Pethiyagoda, 56 tahun, seorang ahli ikan dan konservasionis, mengatakan penelitian menyeluruh di India dan Sri Lanka menunjukkan tingkat perbedaan di antara ikan genus Dawkinsia dan Puntius ternyata jauh lebih besar ketimbang yang diduga sebelumnya.

Ini adalah sebagian alasan mengapa kelompok ilmuwan memilih nama Dawkinsia, merujuk pada Dawkins, ilmuwan 71 tahun asal Inggris yang melahirkan tulisan kontroversial berjudul "The God Delusion".

"Richard Dawkins melalui tulisan-tulisannya telah membantu kita memahami bahwa alam semesta jauh lebih indah dan menakjubkan dari apa yang dibayangkan agama mana pun," kata Pethiyagoda.

Ikan anggota genus Dawkinsia ditandai dengan adanya filamen panjang yang tampak pada sirip punggung ikan jantan. Ikan jantan menumbuhkan filamen--struktur serupa benang--yang membuat mereka tidak hanya tampil lebih menarik bagi ikan betina, tapi juga tampak berbahaya bagi pemangsa.

"Filamen berfungsi seperti ekor merak. Ibarat aksesori mahal yang menempatkan pemiliknya pada risiko bahaya sekaligus disukai lawan jenisnya," kata Pethiyagoda.

Ia mengatakan klasifikasi ulang genus Dawkinsia dilakukan setelah para ilmuwan melewati penelitian delapan tahun terhadap DNA, struktur tulang, dan anatomi keseluruhan ikan-ikan anggota genus Puntius 
source:http://www.tempo.co/read/news/2012/07/17/095417623/Ilmuwan-Ateis-Jadi-Inspirasi-Nama-Ikan

11.22 | Posted in , | Read More »

Burung Bisa Kenali Wajah dan Suara Seseorang

foto 
News Abstrak-London - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa burung mungkin tahu siapa teman-teman manusia mereka, karena mereka mampu mengenali wajah dan suara manusia. Mampu mengidentifikasi teman atau musuh potensial menjadi salah satu kunci  kemampuan burung untuk bertahan hidup.

Ahli perilaku binatang dari Universitas Lincoln di Inggris dan Universitas Wina meneliti merpati dan gagak dalam dua studi terpisah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Avian Biology Research menunjukkan bahwa burung merpati dipercaya bisa membedakan antara manusia yang diakrabinya dan yang asing. Binatang ini juga menggunakan fitur wajah untuk mengenali orang-orang yang berbeda.

Tim ini melatih sekelompok merpati mengenali perbedaan foto objek yang akrab dan asing. Merpati, bersama dengan kelompok kontrol, kemudian ditunjukkan foto-foto dari wajah manusia. Satu wajah adalah dari seseorang yang akrab dengan mereka sementara yang lainnya adalah seseorang yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya.

Burung-burung kelompok eksperimen mampu mengenali dan mengklasifikasikan orang-orang yang akrab dengan mereka dengan hanya menggunakan wajah mereka. Sedangkan burung tanpa pelatihan sebelumnya gagal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa merpati dapat membedakan antarorang hanya menggunakan karakteristik wajah.

Sebaliknya adalah burung gagak, yang mengenali seseorang berdasarkan suara. Dalam studi terpisah yang diterbitkan dalam jurnal Animal Cognition, tim menyelidiki kemampuan gagak untuk membedakan antara suara dan panggilan manusia yang akrab dan asing dan individu heterospesifik yang berada di luar spesies mereka sendiri. Penelitian sebelumnya telah difokuskan pada kemampuan gagak ''untuk mengenali dan berkomunikasi dengan spesies mereka sendiri''.

Burung-burung gagak menanggapi secara signifikan lebih sering untuk sosok yang asing dari suara manusia, dan sebaliknya, menanggapi lebih familiar panggilan gagak asing. Menurut tim peneliti, hasil penelitian memberikan bukti pertama bahwa burung dapat membedakan antara individu heterospesifik yang akrab dan terbiasa dengan mereka dengan menggunakan rangsangan pendengaran.source: http://www.tempo.co/read/news/2012/06/25/095412872/Burung-Bisa-Kenali-Wajah-dan-Suara-Seseorang

06.04 | Posted in , | Read More »

Gunung Api Indonesia Dinginkan Bumi Abad Ke-13

foto 
News Abstrak- Selfoss : Gunung api Indonesia kembali menunjukkan pengaruhnya dalam sejarah dunia dengan menurunkan suhu bumi melalui letusan pada 1258. Letusan dari Nusantara ini setara letusan Gunung Tambora enam abad kemudian.

Peneliti gunung api telah lama dipusingkan oleh keberadaan letusan besar pada pertengahan abad ke-13. Jejak letusan terlihat melalui lapisan belerang tebal di sampel inti es yang diangkat dari Greenland dan Antarktika.

Bukti lain dikumpulkan melalui lingkaran pohon dari berbagai lokasi di dunia. Peneliti juga menemukan catatan sejarah dari berbagai negara yang menyebutkan penurunan suhu bumi setelah letusan itu. Namun mereka tak mengetahui gunung api mana yang meletus.

Berbagai gunung mulai ditunjuk sebagai biang keladi. Beberapa ''tersangka'' paling meyakinkan adalah Gunung El Chichon yang pernah meletus pada 1982, dan Gunung Quilotoa di Pegunungan Andes dekat Ekuador. Namun komposisi belerang dari dua gunung ini tak cocok dengan data sampel inti es. Tak pelak, kedua gunung ini dikeluarkan dari daftar ''pelaku''. Peneliti lalu melirik gunung api dari negara lain.

"Kami menemukan bukti baru pelaku letusan terbesar dalam periode 7 ribu tahun," ujar ahli geologi dari Panthéon-Sorbonne University, Franck Lavigne, dalam konferensi American Geophysical Union, Jumat, 15 Juni 2012.

Penelitian yang dilakukannya menunjukkan kecocokan antara kandungan belerang pada sampel inti es dengan komposisi batuan dari kawah sebuah gunung. Meski sudah mengetahui gunung misterius tersebut, Lavigne menolak menyebut nama. Ia menunggu karya ilmiah yang ia ajukan diterbitkan oleh jurnal internasional.

Website Sciencenews melaporkan, konsensus peneliti pada konferensi mengerucut pada gunung yang berada di Indonesia. Di negeri yang dilingkari Cincin Api ini, terdapat 130 gunung api aktif, satu di antaranya merupakan kandidat gunung api pendingin bumi.

Catatan sejarah menunjukkan perubahan iklim dunia akibat letusan terjadi pada akhir 1257 hingga setahun setelahnya. "Kami bisa menarik kesimpulan bahwa letusan terjadi pada musim semi atau musim panas 1257, setahun lebih awal dari perkiraan semula," ujar Lavigne.

Pendekatan melalui komputasi ilmiah menunjukkan letusan 1258 melontarkan batu apung setinggi 40 kilometer. Lontaran ini tersebar sejauh puluhan kilometer. Besarnya letusan dimasukkan ke dalam skala 7 atau setara dengan letusan Gunung Tambora 1815 dan hanya kalah dari letusan Gunung Toba 74 ribu tahun lalu.source:http://www.tempo.co/

18.12 | Posted in , | Read More »

Bagaimana Cara Anjing Memahami Emosi Majikannya

foto 

News Abstrk-LONDON: -- Anjing tidak hanya dikenal sebagai hewan peliharaan paling setia. Penelitian terbaru menunjukkan hewan dengan penciuman tajam ini juga mampu merespons sisi emosional majikannya, seperti saat majikannya sedih. Namun masih belum jelas benar apakah anjing memiliki rasa empati terhadap rasa sakit yang diderita manusia.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan 30 Mei 2012 di jurnal Animal Cognition, para peneliti dari University of London, Inggris, menemukan anjing lebih mungkin mendekati orang menangis daripada seseorang yang bersenandung atau berbicara. Anjing biasanya merespons dengan menunjukkan perilaku lebih patuh kepada orang yang menangis.

Psikolog sekaligus peneliti Deborah Custance mengatakan bersenandung adalah aktivitas manusia yang relatif baru dikenali oleh anjing, sehingga sering memicu rasa ingin tahu mereka.

"Tapi fakta anjing-anjing mampu membedakan antara menangis dan bersenandung menunjukkan bahwa tanggapan mereka terhadap menangis tidak murni didorong oleh rasa ingin tahu," kata Custance.

Sebaliknya, kata Custance, manusia yang menangis memancing rasa emosional lebih tinggi bagi anjing dan memicu mereka merespons lebih kuat dibanding sewaktu melihat manusia bersenandung atau berbicara.

Dalam penelitiannya, Custance bersama koleganya, Jennifer Mayer, melakukan sejumlah percobaan sederhana. Mereka menggunakan 18 anjing peliharaan berikut pemiliknya untuk menguji apakah anjing akan merespons tangisan dengan perilaku empatik. Anjing-anjing yang digunakan berasal dari berbagai jenis, mulai dari mutts, Labrador retriever, golden retriever, dan jenis lainnya.

Percobaan berlangsung di ruang keluarga setiap pemilik anjing. Mayer terlibat langsung dalam penelitian. Ia mendatangi setiap rumah pemilik anjing dan mengabaikan keberadaan anjing, sehingga tidak terlalu menarik perhatian. Mayer lalu ngobrol dengan pemilik anjing, pura-pura saling menangis dan bersenandung.

Dari 18 anjing dalam penelitian ini, 15 di antaranya mendekati pemiliknya atau Mayer selama keduanya berpura-pura saling menangis. Sementara hanya enam anjing mendekati keduanya sewaktu bersenandung. Temuan ini menunjukkan anjing mendekat berdasarkan konten emosional, bukan rasa ingin tahu. Selain itu, anjing selalu mendekati orang yang menangis, tidak pernah mendekati orang yang tenang.

Dari 15 anjing yang mendekati pemilik atau orang asing menangis, 13 di antaranya melakukannya dengan bahasa tubuh patuh, seperti ekor terselip dan kepala tertunduk. Namun, tetap saja para peneliti tidak dapat memperkirakan apa yang ada di benak anjing-anjing tersebut. Custance dan Mayer menduga ada kemungkinan anjing mempelajari perilaku "peduli" ini karena pemiliknya memberi mereka kasih sayang sejak awal dipelihara.

"Anjing-anjing mendekati siapa pun yang menangis terlepas dari identitas orang itu. Anjing-anjing terbukti menanggapi emosi seseorang, bukan kebutuhan mereka sendiri yang seakan menandakan rasa empatik kepada seseorang," kata Mayer.

Manusia telah menjadikan anjing sebagai hewan peliharaan sejak 15 ribu tahun lalu. Sejak itu banyak kisah tentang kesetiaan anjing menemani majikannya melewati masa sulit. Dari berbagai penelitian diketahui anjing adalah jenis hewan yang ahli berkomunikasi dengan manusia. Namun para ilmuwan belum mampu menunjukkan secara meyakinkan bahwa anjing bisa merasakan empati atau benar-benar memahami penderitaan manusia.

"Kami tidak dapat mengklaim penelitian ini memberikan jawaban pasti atas pertanyaan tentang empati pada anjing," kata Mayer dan Custance. Namun, kata mereka, percobaan ini membuka pintu bagi penelitian lain tentang kehidupan emosional anjing. Misalnya, apakah jenis anjing yang berbeda akan merespons emosi pemiliknya secara berbeda, atau apakah anjing memahami perbedaan antara tawa dan air mata. 

source:http://www.tempo.co/

03.21 | Posted in , | Read More »

Nenek Moyang Manusia Berkepala Hiu

foto 
News Abstrak-Dublin-Nenek moyang manusia memiliki bentuk kepala menyerupai hiu sekitar 290 juta tahun lalu. Pada periode ini spesies penghuni bumi mulai mengembangkan rahang 

Para peneliti dari University College dan University of Chicago menelusuri silsilah nenek moyang manusia hingga ratusan juta tahun silam. Mereka menggali lapisan tanah dari berbagai masa mencari perkembangan rahang pada binatang. Upaya ini berujung pada penemuan spesies ikan Acanthodes bronni yang berasal dari kelompok acanthodian. Dalam biologi, kelompok ini menaungi binatang bertulang belakang--seperti halnya manusia--pertama yang memiliki rahang, disebut gnathostomes.

Fosil nenek moyang manusia dari masa 290 juta tahun lalu ini terdiri atas tulang belakang dan pecahan tengkorak. Pecahan ini menjadi bukti forensik buat peneliti untuk reka ulang bentuk kepala sang ikan.

"Untuk pertama kali kami bisa melihat detail kepala Acanthodes bronni," ujar ahli biologi dari University of Chicago, Michael Coates.

Tengkorak Acanthodes bronni hasil reka ulang dibandingkan dengan 138 jenis tengkorak dari dua kelompok ikan. Kelompok pertama adalah chondrichthye yang dekat dengan hiu sementara kelompok berikutnya adalah osteichthyes yaitu ikan berduri sebagaimana yang sering dimakan manusia saat ini. Hasilnya, Acanthodes bronni lebih mirip dengan kelompok chondrichthye.

"Seluruh binatang vertebrata berrahang memiliki nenek moyang sama dengan kepala mirip hiu," ujar John Finarelli dari University College, Dublin. 
Perpisahan keluarga ikan berrahang--seperti hiu--dengan ikan berduri terjadi sekitar 460 juta tahun lalu. Setelah periode ini, ikan terus mengembangkan bentuk rahangnya yang kemudian dipakai oleh vertebrata termasuk manusia.

Acanthodes bronni berada di lapisan tanah yang terbentuk pada periode Paleozoic, sekitar 550-250 juta tahun lalu. Pada periode ini, daratan bumi dibentuk oleh sebuah benua super bernama Pangaea. Vegetasi seperti pinus menjadi sangat dominan ketika itu.


source:http://www.tempo.co/




19.23 | Posted in , | Read More »

Menebak Kepribadian dari Sepatu

 
foto
News Abstrak-Lawrence - Sepatu ternyata pintu untuk mengetahui kepribadian manusia. Penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi dari Amerika Serikat ini  menunjukkan watak seseorang bisa dinilai dengan tepat melalui alas kaki.

Peneliti dari University of Kansas menguji hal ini lewat eksperimen yang melibatkan 63 mahasiswa. Para peserta penelitian diminta melihat foto 208 pasang sepatu berbeda milik sukarelawan.

Foto tersebut dijadikan alat untuk menebak kelamin, usia, status sosial pemilik sepatu. Karakter lain juga dinilai seperti apakah pemilik sepatu orang yang terbuka atau tertutup, liberal atau konservatif, beremosi stabil, hingga keterbukaan.

Hasilnya luar biasa. Para mahasiswa sanggup menebak 90 persen karakter seseorang melalui sepatunya. Dengan demikian, disadari atau tidak, manusia melekatkan kepribadiannya melalui sepasang sepatu yang ia pakai.

"Pada sepatu terselip informasi mengenai pemakainya," ujar ahli psikologi dari University of Kansas, Omri Gillath.

Menurut dia, seseorang cenderung memperhatikan alas kaki yang dikenakannya. Itu sebabnya sepatu menyimpan pesan nonverbal mengenai kepribadian pemakainya. Berbagai pesan simbolik disampaikan melalui alas kaki.

Kaitan beberapa jenis sepatu dan karakter pemakainya tampak kentara. Pemilik sepatu dengan desain dan warna mencolok menunjukkan kepribadian yang ekstrovert. Sepatu lama yang selalu tampak baru dimiliki oleh orang yang rapi dan teratur.

Beberapa kaitan lain mengejutkan peneliti. Sepatu praktis dan fungsional dipakai oleh orang yang ramah. Sepatu boot cocok dengan karakter agresif. Adapun sepatu yang tampak tak nyaman biasanya dipakai oleh orang berkepribadian tenang.

Seseorang yang memiliki kekhawatiran akan hubungan dengan pasangan biasanya memakai sepatu baru atau yang terjaga dengan baik. Menurut peneliti, hal ini disebabkan tingginya kecemasan akan penampilan dan cara pandang orang terhadap pemakai sepatu jenis seperti ini.

Sepatu juga menunjukkan paradigma berpikir. Sandal jepit yang lusuh dan tampak murah biasanya dipakai oleh orang liberal.

Namun sepatu tak bisa dipakai untuk menebak beberapa sifat. Peneliti menemukan, sifat enggan mencari pasangan atau teman baru gagal ditebak. Padahal, orang seperti ini mengaku selalu memakai sepatu yang membosankan.

Peneliti juga menyimpulkan bahwa orang jarang berdusta melalui sepatu. Terbukti, sangat jarang seseorang memakai sepatu yang berbeda dengan kepribadiannya hanya untuk pencitraan.

Hasil penelitian Gillath akan diterbitkan melalui Journal of Research in Personality yang terbit online pada  agustus nanti.

source:tempo.co

06.50 | Posted in , | Read More »

Di Tubuh Manusia Sarang 10 Ribu Spesies Mikroba

foto 
News Abstrak-St. Louis - Tubuh manusia dihuni setidaknya oleh 10 ribu spesies mikroba. Banyaknya mikroba itu bukan berarti orang itu sedang sakit, melainkan karena secara alami tubuh manusia sehat memang tuan rumah bagi beragam mikroba.

Demikian hasil penelitian tim ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Amerika Serikat. Lewat proyek Human Microbiome, tim ilmuwan mengembangkan peta genetik hampir semua mikroba yang mendiami tubuh manusia sehat.

"Manusia menjadi inang bagi 10 ribu spesies mikroba berbeda," kata Phillip Tarr, satu dari 200 ilmuwan yang ambil bagian dalam proyek penelitian ini. Temuan Tarr dan rekan-rekannya diterbitkan dalam dua makalah di jurnal Nature dan 12 makalah di jurnal Public Library of Science atau PLoS.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa spesies mikroba yang ditemukan pada orang sehat diketahui menjadi penyebab timbulnya penyakit. Namun mikro-mikroba ini sebenarnya dapat hidup berdampingan secara damai dengan spesies mikroorganisme lain yang sifatnya lebih menguntungkan manusia.

Para ilmuwan mengatakan data dasar tentang mikroba ini akan mengubah cara berpikir dokter tentang infeksi. Para dokter sebelumnya selalu berpikir tentang satu jenis mikroba sebagai pemicu munculnya satu jenis penyakit. Kini mereka harus berpikir tentang faktor yang mengubah ekosistem sehat dari keseluruhan mikroba yang hidup dalam tubuh manusia.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mencoba membudidayakan mikroba di laboratorium. Cara ini ternyata tidak terlalu efektif. Sebab, kata Tarr, banyak dari mikroba yang hidup pada manusia sulit untuk dibudidayakan di laboratorium. Sejauh ini hanya ada beberapa ratus spesies mikroba yang berhasil diisolasi dari tubuh manusia.

Akhirnya, Tarr dan timnya menggunakan metode lain. Mereka memilih langsung mengambil sampel dari 18 titik di tubuh sukarelawan, mulai dari air liur, darah, kulit, hingga feses.

Mereka juga mengambil sampel dari lima bagian tubuh lain, yakni saluran pernapasan, kulit, mulut, saluran pencernaan, dan vagina. Total ada 5.000 sampel yang diambil dari 250 sukarelawan berusia 18-40 di sekitar Kota Houston atau St. Louis.

Mereka kemudian memurnikan semua DNA dari sampel mikroba, membaca urutan gennya, dan menggunakan komputer supercanggih untuk menganalisis data. Lewat komputer supercanggih inilah para ilmuwan dapat mengidentifikasi seluruh mikroba yang menghuni daerah-daerah tubuh manusia berikut jumlahnya.

"Pendekatan baru ini memberikan pandangan lengkap tentang seluruh mikroba yang hidup di setiap bagian tubuh manusia. Ini seperti seorang penjelajah yang memetakan garis pantai setiap benua yang baru ditemukan untuk pertama kalinya," kata Eric Green, Direktur National Human Genome Research Institute, salah satu dari Lembaga Kesehatan Nasional yang mendukung proyek ini. 

source:http://www.tempo.co/

06.46 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels laenya

boyband (26) diet (3) entertainment (11) foto (17) gadget (8) girlband (28) gosip (2) humor (21) iptek (8) jagadunik (37) jalanjalan (3) kesehatan (77) kpop (38) modifikasi (3) motor (3) music (24) nusantara (6) otomotif (13) profil-kpop (14) sains (9) seksnseksi (19) seleb (28) tekno (56) tips (19) wallpaper (7) worldceleb (22) youtube (8)